SELAMAT DATANG DI NEGERI KAMPAR.COM-Jl Mayor Ali Rasyid Bangkinang-HP : 08127614621-email : mindrajani@gmail.com-netty_anjani@yahoo.co.id NEGERI KAMPAR DOT COM: June 2013

DISKRIPSI BLOG

Kampar Negeri Beradat, Berbudaya,,beradab, memiliki beragam kekayaan,namun semua itu tergantung pada masyarakat untuk mengolahnya

JENDELA LAMAN

Sunday, June 30, 2013

KAPOLSEK KUOK GORO MASJID

KUOK,- Kapolsek Kuok, AKP R.Siregar melaksanakan gotong royong Mesjid Baiturrahaman Rantau Berangin, bersama masyarakat, Jumat (28/6).

"Seiring program pemda Kabupaten Kampar, gotong royong kita laksanakan bersama masyarakat di Mesjid Baiturrahaman Rantau Berangin," kata Kapolsek Minggu (30/6)

Gotong royong merupakan tradisi yang sangat baik untuk menjaga kekompakkan dan menumbukan rasa persaudaraan yang kuat antar sesamanya, ujarnya.

Seluruh anggota Polsek bergotong royong membersihkan masjid tersebut karena itu adalah tempat ibadah maka harus bersih dari kotoran yang mengganggu pemandangan, kata dia. (Netty)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

KADES LIMA DESA SEGERA BERTUGAS'

KADES LIMA DESA SEGERA BERTUGAS'
TAPUNG HULU,- Sepucuk surat segera akan diterima Lima Kepala Desa yang wilayah kerjanya berbatasan dengan Kabupaten Rohul, isinya perintah tugas pelaksanaan pembangunan dan sosial kemasyarakatan dari Bupati Kampar, Jefry Noer yang akan disampaikan pada Senin (1/7/2013)

"Siap-siap saja 5 Kades segera siap-siap mengemban dan melaksanakan tugas membangun negeri yang sudah lama terbiar karena status tapal batas yang bersengketa," kata Asisten I H Nukman Hakim, SH, Minggu (30/6).

Nukman menjelaskan, Pemdakab Kampar akan melaporkan kepada Gubernur dan juga KPU supaya membatalkan surat-surat mereka berkaitan dengan persoalan tapal batas.

Segera dari pemrop menindaklanjuti dan begitu pula Bupati Kampar, Jefry Noer, "Senin (1/7) Bupati Kampar, Jefry Noer akan membuat dan menyampaikan surat kepada camat memberi perintah pelaksanaan tugas untuk pembangunan dan kegiatan sosial kemasyarakatan khusus di 5 desa tersebut sebagai tindak lanjut dari keluarnya Keputusan MA dan penegasan Mendagri, " jelas Nukman.

Ia mengingatkan, tidak ada lagi kendala bagi Kades di 5 desa itu untuk melaksanakan tugas, itu aturan tertinggi yang wajib dipatuhi, tidak ada lagi aturan yang lebih tinggi dari itu untuk penuntsan masalah tapal batas tersebut.

Fadhlan M Noer, Kepala Desa Tanah Datar mengatakan, bahwa ia sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat menempel surat mendagri itu di tempat_tempat kerumunan masyarakat termasuk ke sekolah-sekolah.

Diakuinya, masih ada riak kecil dari aparat pemerintah versi Rohul yang masih enggan beranjak dari tempat kerja itu karena masih mendapat iming-iming dari pemerintah Rohul sehingga mereka menyatakan enggan bergabung ke Kampar.

Dikatakan Fadhlan, silahkan urus surat pindah ke Rohul yang tidak ingin ke Kampar, tidak ada paksaan.

Masyarakat ditanya satu persatu tidak ada yang keberatan dengan keputusan mau masuk kemana, yang keberatan itu karena takut kehilangan penghasilan dari Rohul, itu intinya, seharusnya berfikir jernih, kalau sudah merupakan aturan maka semuanya akan disesuaikan oleh pemerintah, karena pemerintah Kabupaten Kampar tidak pilih kasih terhadap warga yang ada di 5 desa, walaupun dulu berbeda pendapat, karena sudah ada keputusan maka tidak ada lagi pro dan kontra, ujarnya (netty)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

GEROMBOLAN PEREMPUAN BERSERAGAM BATIK ITU WARGA BINAAN LP

TAK-KAN ada yang menyangka jika melihat gerombolan perempuan duduk di kursi dibawah tenda di LP dengan dandanan cantik dan rapi, Sabtu (29/6/2013) siang sedang asyik mendengarkan senandung lagu-lagu orgen tunggal itu adalah warga binaan dari kasus narkoba.

Mereka tersenyum menyapa pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) ketika melintas didepan pentas orgen tunggal yang dipakai di pagi harinya pada acara sertijab Kalapas, tak lama mereka ketika datang ke ruang Aula LP tempat acara penutupan pelatihan menjahit dilaksanakan.

Pakaian batik seragam yang mereka kenakan itu adalah hasil karya perempuan binaan LP tersebut. Mereka diberi bantuan bahan pakaian untuk dijahit, baju gamis dan baju ,,,,

Wati (28) yang mewakili pelepasan tanda peserta oleh Murdaniati Nurahmi, Koordinator Pokja III itu mengaku senang dan bahagia, karena menurutnya pelatihan menjahit program PKK ini sangat berguna baginya.

Ia merasa bertambah tegar, karena ada kegiatan sangat bermanfaat tersebut, "Insya Allah ilmu ini dapat saya terapkan setelah keluar dari lembaga binaan ini, kata ibu dari tiga anak ini.

Wati, haru bertahan di LP Bangkinang ini selama 5 tahun, ia harus berpisah dari anak dan suaminya yang sudah setahun tidak berkumpul bersama-sama.

Linangan air mata tak tertahan oleh kelopak matanya, ketika ditanya apakah ia sering bertemu dengan buah hatinya atau tidak, Wati hanya diam dan mengusap air matanya, "Saya menyesal sudah melakukan itu, saya dulu bekerja membuka cafe di Suram, disitulah ditangkap, " ucapnya.

Ia bertekad akan mengembangkan ilmu menjahitnya itu nanti setelah menjadi warga binaan LP tersebut.

Warga Bangkinang ini, mengatakan selama di tempat itu, tiap hari ia rajin sholat, pagi-pagi mencuci pakaian untuk mengisi kegiatan hari-harinya. (Netty)


Powered by Telkomsel BlackBerry®

NOMER LAMAN

SELAMAT DATANG DI NEGERI KAMPAR.COM-Jl Mayor Ali Rasyid Bangkinang-HP : 08127614621-email : mindrajani@gmail.com-netty_anjani@yahoo.co.id